Kebiasaan Ngemil, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi pada Remaja Usia 13 – 15 Tahun di Bekasi : Studi Cross Sectional
Keywords:
Adolescent, Nutritional Status, Physical Activity, Snacking HabitsAbstract
Pendahuluan: Mengkonsumsi cemilan secara umum diartikan sebagai konsumsi makanan dan minuman di antara waktu makan utama. Seringkali ini melibatkan asupan tinggi lemak, gula, dan garam. Makanan ringan menyumbang sekitar 10% dari total asupan energi harian. Ngemil yang berlebihan dan tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup dapat menyebabkan penumpukan energi dalam tubuh dan mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kebiasaan jajanan, aktivitas fisik, dan status gizi pada remaja SMP. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Data remaja usia 13 – 15 – tahun (n = 230, 50,9% perempuan) dikumpulkan menggunakan Food Frequencies Questionaire (FFQ), Physical Activity Questionnaire – Adolescent (PAQ – A) dan BMI (Z – Score). Hasil: Penelitian menemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki kebiasaan jajan jarang (51,7%) berkategori “jarang”, 54,3% memiliki aktivitas fisik sedang, dan 77% remaja berstatus gizi normal. Analisis chi – square menunjukkan ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value 0,009), sedangkan kebiasaan jajanan tidak ada hubungan dengan status gizi (p – value 0,799). Pembahasan: Kebiasaan jajanan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko status gizi kurang optimal. Pentingnya pendidikan gizi yang efektif dan promosi aktivitas fisik secara teratur mungkin merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan remaja.
