FAKTOR RESIKO KEJADIAN RAWAT ULANG PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER
Abstract
Prevalensi kejadian penyakit jantung koroner di Sumatera Barat merupakan penyakit jantung tertinggi ke -3 di Indonesia yaitu sebesar 1,6 % pada tahun 2022. PJK berisiko mengalami kekambuhan yang mengakibatkan rawat ulang yang berpengaruh lebih buruk terhadap prognosis penyakit. Resiko rawat ulang ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat ulang PJK. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, dengan besar sample 30 orang yang dirawat dengan PJK untuk kedua kali atau lebih dalam 1 tahun terakhir. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hubungan antar variabel dianalis menggunakan uji chi-Square dengan nilai p value α 0,05. Hasil penelitian lebih dari separuh responden memiliki kejadian rawat ulang yang tinggi (56,7%), aktivitas fisik sub optimal (66,7%), kurang dari separuh responden yang memiliki kepatuhan diet kurang baik (40,0%), memiliki dukungan keluarga yang rendah (36,7%), memiliki kepatuhan terhadap program terapi pengobatan rendah (36,7%), Ada hubungan antara kepatuhan diet (p-value 0,042), aktivitas fisik ( p-value 0,007), dukungan keluarga (p-value 0,007), dan kepatuhan program terapi obat dengan (p-value 0,047) dengan kejadian rawat ulang pasien PJK. Disarankan menyediakan layanan edukasi dan konseling serta intervensi terhadap pola hidup yang tidak sehat pada pasien PJK terkait dengan pencegahan kejadian rawat ulang.
