Mengintegrasikan Terapi Murottal ke dalam Perawatan ICU: Pengalaman Perawat dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pasca Operasi
Abstract
Gangguan tidur merupakan masalah umum pada pasien pasca operasi di unit perawatan intensif (ICU) akibat kecemasan, stres, dan pemantauan klinis yang berkelanjutan, yang dapat menghambat pemulihan fisik dan kesejahteraan psikologis. pendekatan non-farmakologis seperti therapi murottal (lantunan ayat suci alquran) berpotensi memberikan efek relaksasi melalui mekanisme auditor dan spiritual. Namun, implementasi ini dalam praktik keperawatan, khususnya dari perfektif perawat, masih banyak belum dikaji. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan desain kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan perawat ICU yang memiliki pengalaman dalam memberikan terapi murottal, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Tiga tema utama teridentifikasi, yaitu intervensi terapeutik, kesadaran diri dan peran perawat. terapi murottal diterapkan secara situasional, terutama pada pasien yang mengalami kecemasan, nyeri, dan gangguan tidur. Perawat berperan dalam menciptakan linkungan yang nyaman melalui pendekatan holistik dan pemantauan berkelanjutan. Respons pasien terhadap therapi dipengaruhi oleh kondisis spiritual serta empati perawat. Meskipun terdapat keterbatasa fasilitas dan belum adanya pedoman baku, perawat tetap menunjukan inisiatid dalam pelaksanaanya. Threapi murottal merupakan intervensi komplementer yang berpotensi meningkatkan kualitas tidur pada pasien pasca operasi di ICU. Integrasi pendekatan spiritual dalam praktik keperawatan kritis perlu didukung oleh kebijakan institusi dan pedoman berbasis bukti untuk memastikan penerapan yang konsisten dan efektif.
