MUT CERIA (METODE ULAR TANGGAH CEGAH DIARE)
DOI:
https://doi.org/10.67717/740323Keywords:
anak , cuci tangan , edukasi kesehatan, pencegahan diare , ular tanggaAbstract
Pendahuluan: Diare merupakan kondisi gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi feses cair. Berdasarkan Riskesdas (2018) dalam Manihuruk (2024), prevalensi diare pada anak usia sekolah (5–14 tahun) di Indonesia mencapai 6,2% atau sekitar 182.338 kasus. Upaya pencegahan diare pada anak usia 10–12 tahun tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui edukasi kesehatan, salah satunya penerapan enam langkah cuci tangan yang benar sejak dini.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan metode ular tangga (MUT) sebagai media edukasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan dalam satu hari selama satu jam dengan melibatkan dua responden yang memenuhi kriteria.
Hasil: Responden pertama menunjukkan nilai yang tetap sebelum dan sesudah intervensi, yaitu skor 60 (kategori cukup). Responden kedua mengalami peningkatan dari skor 50 (kategori kurang) sebelum intervensi menjadi skor 70 (kategori baik) setelah diberikan edukasi menggunakan metode ular tangga. Hasil ini menunjukkan bahwa metode ular tangga efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai pencegahan diare, khususnya enam langkah cuci tangan.
Diskusi/Saran: Penggunaan media edukasi interaktif seperti metode ular tangga dapat meningkatkan minat dan pemahaman anak dalam menerima pendidikan kesehatan. Disarankan metode ini dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah agar anak terbiasa melakukan enam langkah cuci tangan dengan benar, terutama setelah bermain, sebagai upaya pencegahan diare.
